Asal Usul Ayam Ketawa

Standar

AYAM KETAWA

Kawasan Sidrap (sidenreng Rappang) selama ini dikenal masyarakat sebagai lumbung padi Sulawesi selatan, namun sebenarnya daerah dengan tanah subur ini memiliki satu potensi unggulan di bidang perunggasan yang belum dibudidayakan secara maksimal.
Di daerah sidrap terdapat satu jenis ayam yang berbeda dengan ayam yang selama ini kita kenal, ayam tersebut memiliki ciri khas dari suara yang sangat unik kalau berkokok.
Secara pisik ayam tersebut hampir sama dengan ayam biasa, Kokok Ayam Sidrap, pada ujung suara kokok seperti orang ketawa, Jenis ketawanya bermacam-macam.
Didaerah asalnya ayam ini disebut Ayam Gaga’, tetapi karena suara kokoknya seperti orang ketawa, maka ayam ini di sebut Ayam Ketawa.

Ayam Ketawa sangat langkah karena dari sejarah nya dahulu yang memelihara ayam ketawa rata-rata Bangsawan, dan merupakan symbol status sosial sehingga masyarakat sangat jarang memeliharanya karena ada perasaan segan dan hormat pada Rajanya ,sehingga perkembangan Ayam ketawa Sangat terbatas.

Ayam Ketawa hanya dapat ditemukan di kampung Baranti, Panca Rijang, benteng, Simpo Arasi’e dan sekitarnya yang dipelihara dalam lingkungan keluarga, Ayam Ketawa atau Ayam Gaga’, hanya dapat dihasilkan dari perkawinan sejenis.

Dilihat dari warna baku Ayam Ketawa, Menurut M.Yusuf MD, dan Toko masyarakat lain, Ayam Ketawa yang digemari oleh masyarakat Bugis meliputi :

Bakka : Ayam Ketawa yang warna dasar Putih mengkilap dengan dihiasi warna dasar hitam, oranye, merah dan kaki hitam atau putih.

Lappung : Ayam Ketawa warna dasar bulu hitam dengan merah hati dengan merah hati, dan mata putih.

Ceppaga : Ayam Ketawa warna dasar hitam dengan dihiasi bulu hitam dan putih, ditambah betuk putih dibadan sampai pangkal leher dan kaki hitam.

Kooro : Ayam Ketawa Warna dasar hitam dengan dihiasi hijau atau putih dan kuning mengkilabdan kaki kuning atau hitam.

Ijo Buata : Ayam Ketawa warna dasar hijau dihiasi merah, diselingi warna hitam disayap, kaki warna kuning.

Bori Tase’ : Ayam ketawa warna dasar bulu merah dan dihiasi bintik bintik kuning keemasan.

Arti warna ayam ketawa

1. Bakka : Warna dasar putih mengkilap dengan dihiasi warna dasar hitam, oranye, merah dan kaki hitam atau putih, arti dari warna ayam ketawa ini adalah mengembangkan harta dari pemiliknya.

2. Ceppaga Bolong : Warna dasar Hitam dengan dihiasi warna dasar hitan dan putih, ditambah bintik putih dibadan sampai pangkal leher dengan kaki hitam, arti dari ayam ketawa ini sendiri adalah adanya harta.

3. Koro : Artinya menunjukan suatu tempat dan seolah olah ayam ini menunjukan disana ada sesuatu atau harta.

4. Lappung : Artinya Menampung harta, dalam kepercayaan sebagian suku Bugis dapat menampung harta.

5. Ijo Buota : Artinya dapat membuat harta lebih lama atau abadi.

Sehingga akhir- akhir ini banyak peminat yang mulai mengembang biakan ayam ketawa selain ayam ketawa langka juga suara ketawa nya merdu bahkan terkadang ada yang terdengar lucu atau mengerihkan, dan juga setiap warna mempunyai arti yang positif

About these ads

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s